Toko Madjoe Pertahankan Eksistensi Kue Kering Klasik

Toko Madjoe
Toko Madjoe menyuguhkan kue kering klasik dengan nuansa toko lawas yang mengundang pengunjung untuk bernostalgia sejenak. MANTRAIDEA/Nurjihan Nabilahsari

Mantraidea.com – Tepat dipusat Kota Malang, Toko Madjoe menjadi saksi bisu dari kuliner kue kering yang melegenda. Diselimuti kesederhanaan, toko kecil yang dicat biru ini mengajak para pelancong untuk mencicipi rasa yang tak pernah berubah. Rak tinggi yang disusun rapi memamerkan ragam kue kering dalam toples kaca berukuran besar. Seolah-olah ditiap toplesnya berisi cerita manis yang siap dinikmati oleh siapapun. 

Klasik tapi Autentik

Sejak tahun 1930, Toko Madjoe telah mengukir namanya sebagai penjaga warisan kue kering klasik yang autentik di tengah hiruk pikuk perkotaan. Didirikan oleh Teh Bian Liep, toko ini telah menjadi ikon tersendiri di Jl. Pasar Besar, Klojen, Kota Malang. 

Sebagai salah satu toko kue tertua di Malang, Toko Madjoe berhasil mempertahankan tradisi dan kualitasnya selama lebih dari delapan dekade. Menjelma sebagai tempat nostalgia bagi para pecinta kue kering dengan resep turun-temurun. Keberadaannya melambangkan warisan berharga yang melekat dalam setiap gigitan kue yang dihasilkan.

Menawarkan lebih dari 25 varian kue kering, pelanggan setia toko ini selalu dimanjakan dengan pilihan yang beragam. Mulai dari kelezatan kue nastar, gurihnya kue kacang yang renyah, hingga kelembutan kue semprit yang meleleh di mulut. Setiap produk kue yang dihasilkan oleh toko ini selalu memikat dan memanjakan lidah para penikmatnya.

Kue Kering Toko Madjoe
Ragam jenis kue kering diproduksi dan dijual di Toko Madjoe, dengan menyajikan rasa klasik yang autentik. MANTRAIDEA/Nurjihan Nabilahsari
Jaga Resep Keluarga

Uniknya, tak ada yang berubah dari resep kue kering di Toko Madjoe sejak awal merintis. Cornelia, cucu pemilik toko mengakui resep itu dilestarikan dari lintas generasi dan dipastikan cita rasanya masih sama. “Ada titipan pesan dari keluarga ‘jangan sampai resepnya berubah, nanti rasanya ikut berubah’ gitu,” ujar Lia, sapaan akrabnya. 

Dalam upaya menjaga kualitas dan keaslian, bahan berkualitas terbaik selalu digunakan oleh Toko Madjoe dalam setiap pembuatan kue. Bahan-bahan tersebut dipilih dengan teliti agar rasa asli dari kue-kue tersebut tetap terjaga. 

Sedari dulu, kue kering itu diproduksi sendiri oleh keluarga Teh Bian Liep tanpa melibatkan pihak lain dalam prosesnya. Hal itu, dilakukan karena mereka merasa masih mampu mengajarkan dan mewariskan resep klasik tersebut kepada generasi keluarga berikutnya.

Nuansa lawas toko kue kering ini tetap dipertahankan di tengah gempuran era modern. Dari depan, terlihat bahwa pintu dan jendelanya masih menggunakan kayu. Bahkan, papan nama toko yang digunakan juga memakai ejaan lama, yaitu Toko Madjoe. Sehingga, semakin meyakinkan pengunjung bahwa keberadaannya sudah sangat melegenda.

Selain itu, perlengkapan toko hingga tatanan rak dan kue masih ditempatkan pada posisi yang sama seperti pertama kali toko ini didirikan. Alasan yang diberikan Lia cukup simpel, “Biar pelanggan setia bisa nostalgia ketika membeli kue kering kayak di zaman dulu.”

Kuliner Legendaris

Harga kue kering yang ditawarkan di toko ini cukup bervariasi. Namun, pelanggan tidak terikat pada pembelian dalam jumlah besar saja. Aneka kue kering yang dijual juga bisa dibeli per ons mulai dari harga Rp. 18.000 ribu. Dengan berbagai pilihan rasa seperti kacang, jahe, mente, coklat almond, dan tentunya masih banyak lagi. 

Disisi lain, Toko Madjoe juga melayani pesanan kue untuk berbagai acara dan peringatan seperti lebaran, ulang tahun, dan acara spesial lainnya. Dengan pengalaman hampir satu abad, toko ini mampu memberikan pelayanan yang memuaskan dan menghadirkan kue-kue lezat secara konsisten.

Kue kering itu tak hanya diproduksi dan dijual begitu saja. Namun, dikemasnya dalam sebuah cerita yang berisikan keluarga, tradisi, dan kelezatan yang abadi. Dengan varian kue beragam, harga terjangkau, dan rasa yang tak terlupakan, toko ini telah menciptakan pengalaman yang tak tergantikan bagi para pelanggannya. 

Setiap gigitan dari kue-kue tersebut mengingatkan pada kenangan lawas dan nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di tengah perubahan yang terus berlangsung di dunia kuliner, toko kue ini menjadi penjaga api warisan kuliner yang tak boleh padam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *