|

Arthemis Coffee: Gabungkan Seni Ciptakan Konsep Kafe Kreatif

artemis coffe sampul
Arthemis Coffee menjadi tempat nongkrong sekaligus merealisasikan ide kreatif dalam sebuah kanvas. MANTRAIDEA/Regina Hesti

Mantraidea.com – Dalam industri kafe yang semakin berkembang pesat, terdapat pemilik usaha yang tak kenal lelah berinovasi demi menciptakan konsep yang menarik bagi pelanggannya. Namun, hanya ada satu kafe yang berhasil menonjol diantara yang lain, yaitu Arthemis Coffee. Berlokasi di daerah Merjosari, Kota Malang, kafe ini mampu memikat hati penikmat seni dan kopi dalam satu tempat.

Dengan konsep yang visioner, kafe ini menjelma menjadi ruang yang hidup, secara harmonis memadukan interaksi sosial dengan seni. Pasalnya, Arthemis Coffee telah menyediakan satu set painting kit untuk menemani pengunjung menuangkan ide kreatifnya melalui lukisan. Selain itu, kafe ini juga menyediakan spot khusus untuk memajang karya-karya indah pengunjung.

Perwujudan Harapan

Dipicu oleh semangat inovasi, Arthemis Coffee berusaha menciptakan pengalaman kafe yang berbeda. Chaidir Pangestu, salah satu dari tiga pemilik Arthemis Coffee, berbagi kisah inspiratif di balik lahirnya kafe tersebut. Ide brilian ini muncul dari keinginan Chaidir dan teman-temannya untuk dapat memamerkan karya seni lukis pribadi, layaknya sebuah pameran di sebuah galeri.

Pria yang kerap disapa Chaidir ini mengaku, awalnya ia bukanlah orang yang memiliki basic apalagi pandai dalam seni lukis. Akan tetapi, kesenangannya ini baru saja dimulai dari tahun 2022 lalu. Semuanya bermula ketika ia mendapatkan hadiah sebuah lukisan dari temannya, Hansel Daniel Simbolon yang juga salah satu owner Arthemis Coffee. “Kalau Hansel memang suka seni dan pernah kepikiran bikin kafe dengan tema art gitu,” cerita Chaidir.

Hadiah lukisan yang ia pajang di rumah menjadi perantaranya mencintai seni lukis. Hal ini mencuri perhatian bagi kerabat atau teman yang datang berkunjung. “Tiap ada yang datang selalu tanya ‘ini kamu yang ngelukis?’ gitu,” terangnya. Dari situlah, ia merasakan ketika karya seseorang dipajang, orang yang melihatnya pasti akan teringat oleh si pembuat karya.

Mulailah terinspirasi dan tertular kecintaan Hansel akan seni. Mencari informasi bagaimana kiranya mereka dapat mewujudkan kesamaan harapan mereka. Memajang karya lukisnya. 

spot favorit arthemis coffee
Salah satu spot yang menjadi tempat untuk memajang karya lukis pengunjung Arthemis Coffee. MANTRAIDEA/Regina Hesti

Menyadari bahwa melakukan pameran ataupun memajang karya di galeri memerlukan dana yang cukup besar dan tidak sembarang orang dapat melakukannya. Chaidir dan kawan-kawan pun berinisiatif untuk membuat alternatif sendiri. Menciptakan kafe dengan nuansa artsy

Tak Sekadar Unik

Arthemis Coffee memiliki keistimewaan yang membedakannya dari kafe-kafe lain, yaitu menyediakan ruang bagi pengunjung untuk melukis di tempat. Chaidir menjelaskan bahwa mereka telah menyiapkan area khusus dengan perlengkapan melukis, sehingga pengunjung dapat menggali kreativitas sambil menikmati minuman di kafe tersebut. Tanpa mengikatkan aturan yang kaku, kafe ini memberikan kebebasan kepada pelanggannya untuk mengekspresikan diri melalui lukisan.

Dengan harga mulai dari Rp10.000, pengunjung bisa mengeksplorasi kreativitasnya. Juga, dilengkapi dengan perlengkapan melukis yang lengkap. “Sebagai media lukisnya, telah tersedia art paper dan kanvas. Dengan menggunakan cat air dan akrilik,” ungkap Chaidir. Menariknya, hasil karya dari pengunjung bisa dipamerkan pada tempat yang telah tersedia ataupun dibawa pulang.

Pelanggan yang datang pun mengungkapkan bahwa Arthemis Coffee memberikan suasana yang unik dan inspiratif. Sebuah seni menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman singgah di kafe. “Seru banget, bisa ngelukis walaupun nggak jago,” ucap Putri salah satu pelanggan kafe.

suasana pengunjung artemis coffe
Pengunjung yang tengah asyik menggoreskan cat pada kanvasnya, melahirkan karya baru di Arthemis Coffee. MANTRAIDEA/Regina Hesti

Kolaborasi antar Seniman

Arthemis Coffee aktif dalam mendukung ekonomi kreatif lokal. Menjalin kerja sama dengan ragam seniman dan komunitas seni lokal. “Sebelumnya, sempat ada kelas Tari Salsa dan kelas pottery,” ungkap Chaidir.

Konsisten dalam menjaga orisinalitas serta menjaga keseimbangan antara aspek seni dan bisnis menjadi upaya yang krusial. Meskipun Arthemis Coffee adalah tempat yang kreatif, tetap penting untuk menghasilkan keuntungan agar bisnis tetap berjalan dan berkembang.

Banyaknya orang yang memiliki potensi dan kesukaan dalam seni, menjadi keuntungan jangka panjang. Terlebih, berbarengan dengan niatan untuk melestarikan dan memajukan seniman lukis khususnya di Kota Malang. Terus berinovasi dengan pengembangan menu dan pengalaman unik. Dengan hal tersebut, kafe ini siap menjalani perjalanan menarik dalam usaha memajukan bisnis untuk kedepannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *