Gelar Festival Jaranan, Kota Malang Gandeng 36 Komunitas

Perwakilan peserta dari 36 kelompok, tampilkan tarian pembuka ‘Jaranan Malang’ di Festival Jaranan Pemuda Seni Kota Malang 2023, Minggu (7/5/2023). MANTRAIDEA/Lailia Nor Agustina

Mantraidea.com- Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kota Malang ke-109, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang kembali menggelar Festival Jaranan di Taman Krida Budaya, Kota Malang. Festival ini dimeriahkan oleh 36 peserta dari komunitas seni jaranan di seluruh Kota Malang, Minggu (7/5/2023).

Festival Jaranan Malang 2023 menggandeng seluruh sanggar Kota Malang baik tingkat RT, RW, Kecamatan, maupun Kelurahan. Terutama bagi sanggar yang secara legal memiliki Nomor Induk Kesenian (NIK) yang telah dikeluarkan oleh kota.

Secara rutin festival ini diadakan sebagai bagian dari rangkaian acara Hari Ulang Tahun Kota Malang ke-109. Diikuti 36 kelompok jaranan, dimana setiap kelompok mengirimkan 20 personil. Total peserta keseluruhan kurang lebih sebanyak 720 peserta. Rata-rata berusia 16-30 tahun.

Wali Kota Malang, Sutiaji berkesempatan untuk membuka Festival Jaranan Pemuda Seni Kota Malang 2023. Menyampaikan gelaran acara tersebut merupakan upaya pembinaan dan apresiasi para pelaku seni. Serta, menjadi ajang kompetisi dan kreativitas antar seniman.

Ia juga menjelaskan Undang-Undang No.5 Tahun 2007 tentang Pemajuan Kebudayaan. Menyiratkan bahwa perkembangan daerah harus bersumber dari kebudayaan. Mengutip dari Trisakti Bung Karno, menurutnya bangsa yang besar akan maju jika orang-orangnya bangga terhadap budaya daerah sendiri.

Wali Kota Malang, Sutiaji secara simbolis membuka Festival Jaranan Kota Malang 2023, di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Minggu (7/5/2023). MANTRAIDEA/Lailia Nor Agustina

“Festival ini bagian dari merawat budaya. Apalagi adanya disrupsi digital seperti saat ini, anak-anak disinyalir lupa dengan budaya. Jadi, ayo kita gemborkan anak bangsa yang bangga terhadap akar budaya bangsa!” serunya. 

Adanya seni jaranan ini juga bisa menjadi meningkatkan kemajuan pariwisata dan budaya Kota Malang. “Jangan lihat seni jaranan dari sisi negatif. Jaranan itu etimologi, ‘kalap’ itu seni,” tambah sutiaji. 

Sementara itu, Kepala Disporapar Baihaqi mengatakan, antusiasme dalam masyarakat Kota Malang dalam gelaran seni terutama jaranan cukup tinggi. Dibuktikan dengan banyaknya pemuda pemudi yang berkecimpung pada seni dan budaya saat ini. 

Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah Kota Malang memberikan uang saku sebesar satu juta rupiah kepada masing-masing kelompok. “Dalam acara ini juga dilakukan penilaian. Sembilan penampilan terbaik akan diikutsertakan dalam Festival tingkat Provinsi Jawa Timur,” ungkap Baihaqi.

Gelaran ini dibuka dengan penampilan Tari Jaranan Malang. Digagas langsung oleh Ahmad Razan Rizqi Dhafin, selaku Purna Prakarya Muda Kota Malang. Dengan latar belakang penari dari perwakilan tiap sanggar yang mengikuti festival ini. 

Mengangkat cerita inovasi ‘suguh’ atau permohonan doa sebelum pertunjukan jaranan dimulai. Biasanya dilakukan dengan pembakaran dupa, sehingga masyarakat menganggap mistis. “Kita memberikan gagasan baru bahwa ‘suguh’ tidak harus mistis. Dampaknya, agar semua kalangan terutama anak muda juga dapat ikut melestarikan jaranan ini,” tuturnya. 

Tari ‘Jaranan Malang’ berikan gagasan baru bahwa seni jaranan tidak selalu mistis, Minggu (7/5/2023). MANTRAIDEA/Lailia Nor Agustina

Meninjau respon masyarakat, pihak Pemerintah Kota Malang akan berupaya untuk terus mengadakan Festival Jaranan rutin setiap tahunnya. Diharapkan acara seperti ini tidak hanya unggul pada wisatanya saja. Tapi juga turut menambah laju perekonomian Kota Malang. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *