Nikmati Petualangan dan Kopi dalam Satu Genggam

sangkelana
Sang Kelana, suguhkan pengalaman ngopi dengan petualangan menarik. Sumber: Sang Kelana

Mantraidea.com – Suguhan keindahan alam dan tempat bersejarah di Kota Malang sudah tak diragukan lagi. Tak heran, banyak orang yang memilih nongkrong di tempat itu. Memberikan suasana baru, kata kebanyakan orang. Biarpun berawal dari hal sepele, tapi ternyata bisa dimanfaatkan menjadi ladang penghasilan. Terobosan baru pun datang dari Refiansyah Hakim dan Dhihie Sapari yang membuka lapak kopi dengan konsep petualangannya yang nomaden. 

Berbeda dari kafe yang berada di satu tempat saja. Berkelana kesana-kemari, mensyukuri nikmat Tuhan dengan menyeruput secangkir kopi. Dipikir-pikir, seru juga ya?

Berkelana Hasilkan Uang

Sang kelana bukan sekedar kafe biasa, melainkan pelopor kafe mobil di Malang yang telah berdiri sejak September 2021. Kafe ini menjual kopi dengan memakai VW Combi sebagai ciri khasnya. 

Kecintaan Refi dan Dhidhie menjelajahi tempat menarik, ternyata diikuti dengan inisiatifnya untuk menghasilkan uang. Bagaikan ungkapan “menyelam sambil minum air”, kalimat tersebut seakan-akan cocok untuk menggambarkan dua anak muda itu.

“Slogan kami itu ‘jalan-jalan memang perlu biaya, tapi membuatmu semakin kaya’,” ujar Refi. Namun, ‘kekayaan’ yang dimaksud bukan hanya sebatas kata yang memiliki satu arti. Melainkan, menggambarkan pada kekayaan relasi, pengalaman, dan kehidupan yang lebih memuaskan secara menyeluruh.

VW Combi menjadi ciri khas Sang Kelana sebagai tempat untuk menjual kopinya. Sumber: Dokumentasi Sang Kelana.

Berjualan kopi dengan berkeliling dan menyinggahi satu tempat ke tempat lain, telah menjadi agenda rutinnya. Tapi, bukan disembarang tempat. Owner Sang Kelana mengaku lebih memilih tempat yang memiliki historis tersendiri tentang Kota Malang, misalnya Museum Bentoel dan Simpang Balap Ijen. 

Disuatu waktu juga, alam menjadi pilihannya. Bahkan, Sang Kelana juga mengadakan kunjungan bulanan ke tempat wisata yang menarik, seperti Bukit Teletubies dan Gubug Klakah. “Tapi, sekarang lagi fokus membesarkan bisnis. Pengennya, menjadikan Malang sebagai basis utama operasional,” tambahnya. 

Cerita Baru di Tiap Tempat

Perlu diakui bahwa, setiap kafe pasti memiliki konsep tempatnya sendiri. Walaupun nomaden, di tiap tempat Sang Kelana berpijak selalu mengusung konsep yang berbeda. 

Misalnya saja, saat berkelana di Museum Bentoel atau yang dikenal dengan Pecinan Cina. Semua barista dan karyawan pun memakai pakaian layaknya orang Cina. Menariknya, untuk mengucapkan terimakasih pun menggunakan xie xie. Otentik dan menyenangkan untuk pelanggan, begitulah jelas owner Sang Kelana.

Menariknya dari Sang Kelana adalah bukan hanya berjualan dengan VW Combi dan konsep saja yang ditonjolkan, tapi juga berkontribusi dalam sosial. Beberapa waktu lalu, kafe Sang Kelana sempat berkolaborasi dengan bank sampah untuk mengkampanyekan Environment Day

Ide, inovasi, inisiatif dari owner, karyawan, dan investor menghasilkan konsep baru lagi. Penukaran sampah plastik dengan segelas kopi. Hal ini merupakan upaya Sang Kelana untuk memberikan dampak positif pada lingkungan sekitar. Selain itu, juga menjadi bagian dari gerakan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Sang Kelana berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang lebih personal dan ramah terhadap pelanggan. Setiap karyawannya, diwajibkan untuk menghafal setidaknya tiga menu dari yang telah ditawarkan. Tujuannya, agar dapat memberikan rekomendasi menu yang lebih spesifik kepada pelanggan.

Biarpun begitu, kafe ini tetap memberikan menu signature-nya, yaitu es kopi susu dan es matcha yang masih bertahan menjadi menu terfavorit. Sang kelana juga menyediakan berbagai jenis kopi dari berbagai daerah, seperti Kopi Aceh Gayo dan Buleleng Bali. Tentu, dengan menyajikan kopi yang berkualitas tinggi. Sehingga, pelanggan pun dapat merasakan kenikmatan kopi dengan nuansa otentik.

Harap yang Berkelanjutan

Nekatnya dalam berbisnis kopi dengan menjajal berbagai tempat menarik, nyatanya tak semulus yang dibayangkan. Tak lain dan tak bukan, cuaca menjadi penentu bisnis Sang Kelana. “Konsepnya kan emang outdoor, jadi ya harus siap menghadapi perubahan cuaca yang tidak dapat diprediksi,” pungkas Dhihie. 

Melebarkan sayap bisnisnya, menjangkau tempat-tempat menarik yang lebih jauh, dan memberi pengalaman unik kepada banyak orang. Serta, memiliki armada tambahan yang tersebar di seluruh kota. Entah VW Combi ataupun sejenisnya, menjadi harapan kedepan bagi para pemilik Sang Kelana. Lagipula, rencana itu selaras dengan misi kafe mobil ini, yaitu menjadikan petualangan dan kenikmatan racikan kopi yang dapat diakses oleh semua orang. 

Bisa dikatakan, pencapaian Sang kelana relatif singkat. Apalagi dengan menunjukkan potensi dan daya tarik dari konsep kafe mobil yang mereka usung. Menggabungkan petualangan, kenikmatan kuliner, dan kontribusi sosial dalam satu kafe di mobil. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *