Silhouette Crochet: Unik, Etnik, dan Berkarakter

Silhouette Crochet
Ragam Kalung yang merupakan hasil handmade dan terpajang di toko Silhouette Crochet. Sumber: Dokumentasi Silhouette Crochet

Mantraidea.com- Seni membuat kerajinan perhiasan kian diminati oleh banyak orang. Terlebih, didukung oleh tren fashion tiap tahunnya yang selalu menggabungkan aksesoris. Mulai dari cincin, kalung, gelang dan anting. Seni ini menawarkan keindahan yang mengagumkan dan memungkinkan kita untuk menghiasi diri dengan cara yang unik.

Hal tersebut, membuat kerajinan perhiasan tak pernah kehilangan pasarnya. Banyak pebisnis yang memanfaatkan peluang itu untuk membuat produknya sendiri. Seperti yang dilakoni Desy Pratiwi Putri, pemilik dari Silhouette Crochet.

Waktu Luang Jadi Peluang

Silhouette Crochet adalah sebuah bisnis yang menawarkan produk handmade aksesoris wanita. Memiliki ciri khas bertemakan etnik dengan mengkombinasikan bahan rajutan dan bahan lainnya. Kulit, goni, rami, kayu, aneka batu alam, mutiara air tawar, batik, hingga benang sutra yang ia gunakan.

Dipadu-padankan dengan apik hingga membentuk sebuah aksesoris yang cantik. “Hasilnya membuat tampilan produk saya terlihat unik, etnik, dan berkarakter,” tutur Desy Pratiwi Putri, owner Silhouette Crochet. Ia menjelaskan apa yang ditonjolkan dalam produknya.

Usaha ini bermula ketika Desy mendampingi anak-anaknya ke sekolah. Sembari menunggu jam pembelajaran selesai, ia mengisi waktu luangnya dengan merajut. Membuatnya dilirik dan mulai menerima pesanan dari wali murid lainnya. Gantungan kunci, sarung telepon genggam, dan tas menjadi produk yang dipesan. Sehingga, membuka peluang bagi Desy untuk memulai usahanya. 

Menariknya, ia juga bergabung dengan forum IKM (Industri Kecil Menengah) Kota Batu. Banyak hal baru yang ia dapatkan disana. “Nah, dari sini saya mulai serius menekuni hobi yang akhirnya menjadi sumber pendapatan,” terangnya. 

Desy memaksimalkan apa yang ia bisa untuk memajukan usahanya. Mengikuti bazar-bazar yang diadakan oleh dinas terkait. Seiring berjalannya waktu, ide untuk berinovasi terus ia upayakan. “Tapi, tetap dengan ciri khas rajutan. Jadilah aksesoris etnik dengan kombinasi bahan-bahan yang unik,” ucap Desy sambil menunjukkan produknya. 

Rahasia Silhouette Crochet

Berinovasi melalui tren memang tak ada salahnya. Selagi itu masih menonjolkan ciri khas dari apa yang dipunya. Tahun 2023 ini, Desy mendapati warna-warna pastel sedang in di kalangan anak muda. Kreasi pun dikembangakan dengan membuat aksesoris lucu, tetapi tak meninggalkan gaya etnik.

Dalam proses membuat desain aksesoris, murni ia lakukan. Hanya saja, pengeksekusiannya dilakukan oleh beberapa karyawannya. Selain itu, ia berkolaborasi dengan beberapa pengrajin sebagai penyedia bahan baku. Seperti pengrajin kain batik, pengrajin ecoprint, peternak ulat sutra, dan tentunya masih banyak lagi.

Bahan dasar yang digunakan Silhouette Crochet telah dipastikan kualitasnya terjamin. Misalnya saja, ia memilih serat baja yang tidak rawan putus. Ataupun kulit sapi yang dengan berkualitas tinggi. “Jadi tidak berbau dan tidak gampang kaku seperti keripik,” jelasnya. 

Disisi lain, banyaknya pebisnis dengan produk serupa, ternyata berakibat pada penjualan aksesorisnya. Kurang optimal katanya. Beruntungnya, semua produk di Silhouette Crochet memiliki hak cipta yang telah terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM. Alasannya, agar kompetitor tidak menjiplak karya yang dibuatnya. 

Tak-tik Pemasaran

Desi berpendapat bahwa cara untuk menembus pasar adalah dengan memperluas jaringan pertemanan. Tapi juga mencocokkan dengan target pasarnya. “Kemudian kita kirim contoh produk untuk tes market. Kalau banyak peminat, baru kita lakukan kerjasama,” terangnya. Berkat hal itupun, Desy berani untuk mengepakkan sayap usahanya lebih lebar. 

Silhouette Crochet memiliki toko offline yang beralamat di Jalan Minsuarso No. 10, Sisir, Kota Batu. Dalam memasarkan produknya, media sosial dan beberapa e-commerce ia manfaatkan. Menggaet promosi di media sosial dengan sistem sponsor berbayar. 

Lebih jauh, ia juga berkonsinyasi dengan beberapa kafe, hotel, hingga instansi di Kota Batu.  Demi menjaga kualitas produknya, ia selalu melakukan quality control. Berjaga-jaga bila barang tersebut kondisinya sudah tidak begitu bagus. Dalam pengemasan, Desy menyiapkan silica gel, mengingat bahan baku ada yang berbahan kulit asli dan rawan berjamur.

Bahkan, produknya juga sempat dipamerkan melalui peragaan busana dengan beberapa desainer. “Ada collab photo session juga bersama fotografer dan videografer. Dengan sesama pengrajin pun ada,” jelasnya. 

Produk Silhouette Crochet dipamerkan sebagai aksesoris model pada acara peragaan busana. Sumber: Dokumentasi Silhouette Crochet

Pemasaran Silhouette Crochet tidak hanya mencakup pasar lokal saja. Hebatnya, produk Desy telah menembus pasar internasional. Ia melakukan kurasi via online meeting dan mencari ekspedisi yang biasa klien pakai. Alasannya, agar mempermudah produknya masuk ke negara tujuan.

Kontinuitas kerjasama ekspor merupakan tantangan yang dirasakan Desy. Menjaga hubungan yang kuat dan berkelanjutan dengan mitra bisnis, sebuah brand dapat mencapai keuntungan jangka panjang dan mengoptimalkan peluang di pasar internasional. Menurutnya, hal itu lebih sulit dipertahankan, dibandingkan kerjasama dengan relasi dalam negeri.

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *